Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 November 2014

RINDU

Rindu adalah candu
Sekali kau hisap rindu, semakin kau ingin membentuk rindu yang baru
Rindu menjadi harmoni pilu dan bahagia

Rindu selalu bergerak dalam dirimu
Ia bagaikan ombak yang bergulung terhempas di pantai
Kembai lagi ke tengah lautan untuk menggulung rindu yang lebih besar kemudian
terhempas kembali…

rindu takkan usai..
bila ia lahir dari perpisahan maka pertemuan adalah penawar
namun tiada pertemuan yang kekal…
sekali bertemu, sekali berpisah
sekali rindu, sekali terpecah
silih berganti dalam hidupmu…





MATA ITU

Matamu selalu berbinar
Senyummu tak usai dalam sepenggal waktu
Lukamu rapi terbungkus tawa..
Lalu, apa kuasaku…

Mataku jelas menangkap mendung hatimu
Senyumku rapuh menerima suka cita yang kau tawarkan
Tawamu mengundang luka baru dalam hatiku…
Lalu, apa kuasaku…
Inikah keadilan yang harus kita bicarakan
Atau kita diamkan tanpa kata…


Kamis, 17 Juli 2014

Papa


Ku tapaki kenangan itu
Tak banyak senyum ku temui untukku
Hanya air mata yang mengalir deras setiap rindu kita bertemu
Aku hanya bisa meraba-raba makna yang tersimpan dalam bulir bening yang mengalir dari matamu
Apakah kebahagiaan yang tak terungkap, atau penyesalan yang teramat dalam
Yang sesak, bergerak menumpahkan air mata itu…
Kau dan aku membisu..

Itulah saat terakhir aku dapat menjumpaimu
Lalu semua terkubur bersama sang waktu
Kau tidur bersama doa-doa dan harum bunga
Mereka membisikan ketabahan kepadaku..
Mereka mengatakan kau telah pergi..
Namun bagiku..kau tak pernah pergi… kau tetap menemani…
Meski tak dapat lagi kujumpai..

Papa..
Tahun yang berganti tak pernah mampu membunuh rinduku
Ketika rasa itu menyesak di hatiku
Kupanggil dirimu sekeras-kerasnya di dalam dadaku
Entah di mana kau bersembunyi bersama tuhan

Aku mohon..
Bisikan pada-Nya agar senantiasa melindungiku,,
Bisikan pada-Nya agar memberikanku selalu cahaya hidayah itu…
Selebihnya biarlah aku berjalan…berlari..dan berjuang..
Dengan segala petuahmu..
Bersama harapanmu dulu…

Bandung, 17 Juli 2014

Selasa, 08 April 2014

KITA

August 27, 2012
Ada kenangan yang kita rangkai dari perjalanan lalu
berjalan bersama mencari masa depan
melihat dunia baru
melewati pulau
tumbuh di negeri asing....

ketika pilihan datang
kita memiliki jalan sendiri
waktu memisahkan
usia mendewasakan
tanpa sadar kita sebenarnya
masih bersama...

Kita masih bersama
dalam hati
dalam kangen
dalam misteri
dalam teka-teki
dalam dunia
yang tak luas bagi kita....

***untuk para sahabat****


Tuhan maha tahu,tapi Ia menunggu ( Leo Tolstoy)

September 30, 2009
Mengutip sebuah judul cerpen tolstoy : Tuhan maha tahu tapi ia menunggu
seperti halnya keyakinan ku bahwa Allah sangat tahu apa yang terbaik bagi diriku..

Duduk di antrian pasien di sebuah klinik dokter spesialais kandungan,mengulang kembali perjuangan yang pernah ku lakukan beberapa tahun silam..melihat kajaiban Allah dengan membesarnya perut seorang ibu,serta keajaiban tawa dan senyum anakanak yang tak bisa membuat kita berpaling dari mereka...

Berada di tengah-tengah wanita beruntung yang dianugrahi Allah sebuah proses kehidupan benama : kehamilan membuat ku takjub..lalu aku melihat pada diriku mengapa hal itu belum diberikan kepadaku...??

Ya, ternyata semua hal yang telah kulewati,penyakit dan hikmah yang kuterima adalah sebuah pertanda yang diberikan Allah untuk menuntunku ke tempat yang lebih baik...dan itu selalu !
begitu pun hari ini,Ia belum memberikan itu agar aku segera mencari tanda karena Tuhan Maha Tahu,tapi Ia menunggu untuk memberikannya padaku...

Ia menunggu memberikannya untuk memberi ruang dalam hatiku agar semakinn kuat cinta dan keyakinku padaNya..
Ia menunggu memberikannya untuk memambah kerinduaan ku pada Nya....
Ia menunggu memberikannya untuk mejaga ku dari kekufuran...
Ia menunggu memberikannya untuk mensyukuri apa yang ku punya...
Ia menunggu memberikannya untuk aku sadari bahwa Ia maha Tahu atas segala yang terbaik untuk ku....


Menepi pada Sepi

April 17, 2011

seorang teman bertanya; kemanakah kau akhir pekan ini?aku akan menepi pada sepi,jawabku..
akankah kau temukan sepi?!
pasti tanpa ragu,jawab ku
jika tak kau temukan nanti,apakah yang akan kau cari lagi? aku berkata;bila tak kutemukan sepi aku akan selalu kembali untuk mencarinya.
begitu berartinyakah sepi bagimu? apa yg kau dapat dalm sepi?ya...lirihku,bila hari-hariku telah sesak oleh logika, yg tak senada lg dg hati,aku datang pd sepi,dalam sepi tak ada kata benci hanya ada suara hati.

Lebih dari yang Kau Tau

October 6, 2011
Aku melalui berbagai lintasan mimpi
menuju santiago
berkenalan dengan iblis-iblis dalam raga manusia
menyaksikan pemandu-pemandu cahaya mulai padam
pada perang-perang jiwa.....

Aku melalui berbagai lintasan mimpi
menuju santiago
memahami orang-orang mati
mecium bau racun dalam indahnya bunga-bunga
di jalan setapak para pezairah
jalan-jalan suci penuh tipu daya

Aku melalui berbagai lintasan
menuju santiago
bertemu penyihir-penyihir yang terbuang
dari tanah dan ranah hidupnya
memahami mantra-manttra
pembuka mata jiwa
untuk melihat kebaikan dalam keburukan
keresahan dalam kedamaian
kefanaan dalam kecantikan
kematian dalam kehidupan........

Aku diam -diam melalui berbagai lintasan mimpi
menuju santiago...
tanpa kau tahu..
saat kau tinggalkan aku disisimu
meski sebenarnya tak pernah disisimu
aku telah pergi jauh melebihi
dari yang kau tahu.....


***benar..aku sebenarnya telah pergi jauh melebihi yang kau tahu....dan aku telah memahami lebih dari yang kau pahami tentang... ....****


Sabtu, 05 April 2014

AKU


January 3, 2012
Adalah aku
Seorang pecinta kesunyian,
Kelembutan,
Kesendirian,
Dan Tuhan....

Walau aku pun membenci duka
dan duri tiada tepi
Duhai bolak-balik hidup
Manusia yang senantiasa harap belajar darinya
mmngambil hkmah tiada tara...

Kekasih,...
Jiwaku...
Aku mengembara di jalanMu
yang tiada pernah kulihat
selain bias-bias cahaya
yang senantiasa mengelilingi wajah hidup...

Aku merenungi diri tiada batas
Menafsiri hidup tiada henti
Dalam keremangan senja,
Dalam liku-liku perjalanan yang tiada ujung
yang mengantarkan badan menjadi rapuh

karena debu-debu pengembaraan....

arba karsi ba darbania momentum


October 6, 2011
Gremitem uscus la momentum
achgretusum flanici  centrum
grepus ne sosiculum arbadiam.....

Hominem..hominem..
argumentum losesum
ignitratinasu mscerlisia ne rentum....

pepesia populum vesinetum
arba da karbatum
arba ka nesia ka da bartumniam
arba karsi ba darbania mementum....

mantra tanpa nyawa
tanpa hidup
tanpa arah
tanpa makna.....

mantra-mantra..
yang menjerit tengah malam ini
tanpa maksud...tanpa tuju...
melayang mengetuk sesiapa
mengantarkan pesan dalam ocehan olkutis sesat....

wahai...diri..
diri kau, diri mu...diri dia...dirinya....
kembalilah pada nurani
kembalilah dari kesesatan
berpalinglah dari pembenaran diri yang penuh tipu daya
......

pepesia populum vesinetum
arba da karbatum
arba ka nesia ka da bartumniam
arba karsi ba darbania mementum....

Kembalilah...
pada kebenaran mutlak Tuhan
Kembali pada nurani
yang takkan pernah mempu mebohongi semesta...
yang tak mampu menyimpan kebusukan bahkan
hinga ketempat terdalam, tergelap dan tersunyi
dalam hati, jiwa dan logika manusia....

Berhentilah...
kembalilah....
menjadi dirimu..diri kau..
sebenar diri....                                   
kembali pada diri..kembali pada hati Tuhan...
menepi pada sepi untuk mendengar  lagi nusrani yang tak pernah menyesatkan

tak juga akan menguburmu dalam kefanaaan...

Kamis, 03 April 2014

Obat Galau

January 28, 2012
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan.
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik,
Itu bukan pilihan, itu kesempatan.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan,
Itupun adaah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut,
Bahkan dengan segala kekurangannya,
Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain
Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu
Dan tetap memilih untuk mencintainya,
Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik,
Datang bagai kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.
Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa,
Ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat :
“Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil”
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.
Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang
Yang diciptakan hanya untukmu.
Tetapi tetap berpulang padamu
Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin
Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak…
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita,
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita,
Adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai
TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna


Sabtu, 29 Maret 2014

........

Aku telah sampai pada masa
Di mana kau membuat jarak
Membelakangiku…

Lalu aku akan menangkap bayanganmu
Itu sudah cukup…
Untuk sekadar memahami
Menghayati dan meresapi hidupmu

Saat dunia menelan semua dari sisimu
Hanya aku yang masih bertahan mengamatimu

Saat waktu membuatmu menbuatmu menjauh
Terus melangkah, jangan kau tatap kembali aku
Karena itulah kau membantuku…

Kau hanya butuh rasa yang pernah kuceritakan..
Maka…
Apa yang sanggup kau rasa, rasakanlah
Tak perlu kau sentuh
Tak perlu kau ucap
Tak perlu kau kejar
Rasakanlah semesta yang membiaskanku di udara

Itu saja…

Episode Gerhana


Aku adalah matahari
Bulan adalah dirimu
Kau dan aku adalah kita
Yang berputar dalam hidup
Pada lintasanya sendiri

Aku adalah matahari
Bulan adalah dirimu
Bersinar dalam waktunya sendiri
Tiada pernah bertukar

Sampai semesta menentukan
Satu titik…satu masa
Matahari menyapa bulan
Menyatu dan berbisik
Menyampaikan rahasia waktu dan sejarah
Yang dibangun dalam lintasan hidup
Bumi menamakanya gerhana

Gerhana..
Saat di mana matahari memeluk bulan
Saat energi menjadi kuat tiada tara
Saat doa-doa menjadi syahdu
Saat keajaiban menjelma
Saat kita sadar akan waktu yang hanya sesaat
Dapat terhitung oleh detak-detik jam

Gerhana….
Hanya sesaat bila tak kau tangkap
Hilanglah keajaiban dalam hidupmu


Bandung, 27 April 2013

Jumat, 28 Maret 2014

Dengarlah

“Cahaya itu yang mengundangku untuk mengetuk pintu”
Kau tantang dalam hatimu…
Apapun itu aku menyadari…
Hati telah bercakap-cakap dalam keheningan
Mengatakan semua yang ingin dikatakan
Tanpa suara…

Hatiku mendengarkan apa yang dikatakan hatinya
Keheningan mengantarku mengenalnya

Dari balik pintu ku katakakan :
“Sudahlah, tak perlu mengucapkan apa-apa,
Cinta tak perlu bicara, cinta tak perlu untuk dikompromikan,
Cinta memiliki suaranya sendiri dan berbicara untuk dirinya sendiri !!”


Bandung, April 2013

Di Pantai Ini

Menantimu saat senja
Kuteriakan namamu hingga ujung hatiku
Pilu menghujam
Tiada jawab yang kudengar
Hanya dada ombak berseru

Di pantai yang sama kita sendiri
Melukis jejak tanpa bersisian
Suaraku tetap memanggilmu
“Akulah lautan, tempat kau selalu kembali”

Jingga memudar
Malam menentang didepanku
Gelombangku membuih
Bergulung tiada henti
Aku seolah memandangmu
Dalam batas dua waktu
Tiada yang lebih merindu…

Di pantai yang sama kita sendiri
Melukis jejak tanpa bersisian
Kini kau mengengam pasir di depan jejakmu
Merasakan, meresapi ada ku..
“Akulah lautan menghempas ke pantaimu”

“Akulah lautan menyimpan rahasiamu”

Penderitaan

Jika kepedihan harus datang, biarlah ia datang dengan cepat
Karena aku memiliki kehidupan
dan aku harus menjalaninya sebaik-baiknya
Kalau ia harus membuat pilihan, biarlah ia melakukannya sekarang
Dengan begitu aku bisa menunggu atau melupakan

Menunggu sangatlah menyakitkan
Melupakan juga amat menyakitkan
Namun, tidak mengetahui apa yang harus dilakukan
Adalah penderitaan yang paling menyakitkan


Bandung, April 2013

Rabu, 26 Maret 2014

Purnama

Bulan begitu magis
Terang dibalut kabut
Perlahan memanjat malam
Memanggil jiwa-jiwa merindu

Jauh, entah di mana
Aku yakin kau memandang bulan yang sama
Merasa rindu yang sama…

Ya, jarak kita adalah rindu
Manra kita menguap menjelma temu
Pada satu waktu yang mengabadi

                                                                                                Bandung, Maret 2013 

Keraguan


Kau membawa anganku pada dunia kemungkinan tiada tepi
Menembus lengkung tegas bernama keraguan dan penantian
Menghidupkan kembali jiwa yang mati

Mataku nanar dalam diam
Hatiku degup bergetar penuh tanya
Meraba-raba bayang-banyang
Mencoba kuat kupahami, kala kau berkata :
“Matahari tidak pernah kebetulan bertemu bulan”
Kata-katamu memantulkan keniscayaan yang sulit kuhindarkan…

Sudahlah, kita tak mungkin terus berlari
Tak mungkin bersembunyi…
Tapi aku tak kuasa menghirupmu dalam kenyataan


Bandung, April 2013 

Ku Ceritakan Pada Mu


Sahabat,
Setelah tawa
Setelah duka
Setelah usai pertemuan
Izinkan aku bercerita

Telah banyak aku mengeja aksara dan tanda
Mendaki makna… hingga puncak
Sampai sesak dadaku

Telah dulu kubaca isyarat dan firasat
Hingga beku darahku
Tiada mampu mengubah takdir
Tiada mampu menahan waktu

Telah dalam aku terjatuh
Dalam jiwa yang sama berkali-kali
pedihnya luka ku terima

Hingga sampai ku pada satu titik
Hanya untuk diam
Hanya untuk waktu
Menanti kembali orang yang biasa saja
Kembali mendekat, mencari teduh mataku, mendekap jiwaku
Hanya orang biasa saja, yang mampu berbisik :
“Bahwa kau takan pernah sendiri”

Hanya sampai ku pada suatu titik
Hanya untuk diam
Hanya untuk waktu
Menanti kembali orang yang biasa saja
Kembali menjadi bintang selatan
Kembali berbisik
“Tetaplah hidupkan cita dan mimpimu…”

Sahabat,
Hanya itu… cerita yang menjelma harap..

Bandung, April 2013